Khamis, 20 Disember 2012

KENALI NERAKA

MENGENAL NERAKA ALLAH 

Dipetik dari Kitab  al-Mawa'iz Fil Ahadis al-Qudsiah - karya Imam al-Ghazali Rahimahullah

sama sama kita ambil peringatan dan ambil peduli kerana penghujungnya kita akan bertemu dengan hari yang telah disebut oleh Allah SWT sebagaimana firmannya yang bermaksud :

“…(yaitu) pada hari itu harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang sejahtera…” (Surah asy-Syu‘araa’ [026] ayat 88~89)

kETAHUILAH saudaraku, kita semua ini lebih banyak berseronok sehingga lupakan peringata demi peringatan dari Allah jalla alaih, Mudah2 mudahan dgn kita mengenal NERAKA, kita menjadi hamba yg tunduk dan berhati2 semasa mengembara dimuka bumi Allah ini... sejauh manakah kita mengenal NERAKA, dan sejauh manakah kita membayangkan akan kedahsyatan dan penyeksaan? jika diberi skala, seksaan yg paling teruk atas dunia ini adalah hanya 1/70 dari  penyeksaan di Akhirat...ketahuilah saudaraku, Neraka adalah melebihi dari apa yg kita bayangkan...

Perihal Neraka telah pun diceritakan Oleh Allah melalui  hadis Qudsi: Allah jalla wa ala telah berfirman yang bermaksud :

Wahai manusia bagaimana kamu boleh buat maksiat sedangkan kamu tidak tahan panas matahari. Kamu tidak mampu tahan panas matahari sedangkan neraka jahanam disediakan 7 tingkat, diantara satu neraka dan neraka yang lain saling sabung menyabung(makan memakan), pada setiap neraka itu ada 70 puluh ribu cawangan, pada setiap satu cawangan ada 70 puluh ribu kampung, pada setiap satu kampung itu ada 70 puluh ribu buah rumah, pada setiap rumah itu ada 70 puluh ribu bilik, pada setiap bilik itu ada 70 puluh ribu kotak dalam neraka, pada setiap kotak itu ada 70 puluh ribu ekor kala jengking, diatas kotak ada 70 puluh ribu batang pokok zaqum, dibawah setiap pokok zaqum itu ada 70 puluh ribu daripada rantai neraka, setiap rantai neraka itu akan diheret dan diseret oleh 70 puluh ribu malaikat Allah, dan disana terdapat 70 puluh ribu ular yang dibuat daripada neraka, bagi setiap ekor ular yang dibuat dari neraka itu didalam mulutnya ada lautan racun yang hitam.
Demi kebesaran zatku aku bersumpah, demi bukit tursina, demi kitab Al Quran yang tersusun cantik, demi lembaran yang terbuka luas, demi baitilmakmur kiblat bagi semua makhluk Allah bergelar Malaikat, demi atap yang tinggi(langit-langit), demi lautan yang didalamnya ada api yang mendidih.
Wahai manusia aku bersumpah aku sediakan neraka yang dasyat ini bagi orang kafir(maksud orang kafir adalah orang yang ingkar), Aku bersumpah aku sediakan neraka yang dasyat ini bagi orang yang suka laga-lagakan orang. Aku bersumpah aku sediakan neraka yang dasyat ini kepada orang derhaka ibu bapa. Aku bersumpah aku sediakan neraka yang dasyat ini untuk orang yang riak dan menunjuk-nunjuk ibadatnya, aku bersumpah aku sediakan neraka yang dasyat ini untuk orang yang enggan keluar zakat, aku bersumpah aku sediakan neraka yang dasyat ini untuk penzina, aku bersumpah aku sediakan neraka yang dasyat ini untuk pemakan riba, aku bersumpah aku sediakan neraka yang dasyat ini untuk peminum arak, aku bersumpah aku sediakan neraka yang dasyat ini untuk orang yang zalim pada anak yatim, aku bersumpah aku sediakan neraka yang dasyat ini untuk orang yang suka menipu dan mengumpat, aku bersumpah aku sediakan neraka yang dasyat ini untuk orang yang menyakiti jiran sebelah rumah.
Yang selamat daripada neraka iaitu orang bertaubat, beriman, dan beramal soleh.


JUGA DISEBUT DALAM SATU HADIS YG LAIN..

Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibrail datang kepada Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya,

maka ditanya oleh Nabi s.a.w.: 'Mengapa aku melihat kau berubah muka?'

Jawabnya: 'Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikhabarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahawa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya...'

Lalu nabi s.a.w... bersabda: 'Ya Jibrail, jelaskan padaku sifat Jahannam.'

Jawab JIbrail : 'Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya.

Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan basinya.

Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit, nescaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh.

Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa, nescaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi dan minumannya air panas campur nanah dan pakaiannya potongan-potongan api.

Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bahagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.'

Nabi s.a.w. bertanya lagi : 'Apakah pintu-pintunya bagaikan (seperti) pintu-pintu rumah kami?'

Maka Jawab Jibrail: 'Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda.'
(nota kefahaman : iaitu yg lebih bawah lebih panas)

Tanya Rasulullah s.a.w..: 'Siapakah penduduk masing-masing pintu?'

Lantas Jibrail menjawab:

'Pintu yg pertama (terbawah) untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta keluarga Fir'aun sedang namanya Al-Hawiyah. 


Pintu ke-2 tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim,

Pintu ke-3 tempat orang shobi'in bernama Saqar.

Pintu ke-4 tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,

Pintu ke-5 orang yahudi bernama Huthomah..

Pintu ke-6 tempat orang nasara bernama Sa'eir.'


Kemudian Jibrail diam segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga ditanya: 'Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?'

Jawabnya: 'Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum sempat bertaubat.'

Maka nabi s.a.w. jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibrail meletakkan kepala nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sedar kembali dan sesudah sedar nabi saw bersabda: 'Ya Jibrail, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?'

Jawabnya: 'Ya, iaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu.'

Kemudian nabi s.a.w. menangis, Jibrail juga menangis, kemudian nabi s.a.w. masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah.


(dipetik dari kitab 'Peringatan Bagi Yg Lalai')

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Selanjutnya Juga dijelaskan dlm kitab ‘Huru Hara Hari Kiamat’  karya Al Imam Ibnu Katsir tentang gambaran dan keadaan Neraka iaitu :


Para Penjaga-penjaga Neraka
Para penjaga neraka ini adalah para Malaikat yang berwajah menakutkan dan kejam terhadap para penghuni neraka, hal ini dapat dilihat dari bentuk penyiksaan yang dilakukan mereka. Di neraka ada dua kelompok malaikat, yaitu Malaikat Malik zABANIAH sebagai penjaga pintu-pintu neraka dan yang menyeret para calon ahli neraka untuk dimasukkan ke dalamnya, dan Malaikat Zabaniyah sebagai eksekutor ahli neraka yang sudah berada di dalam neraka.
QS. 66 (at Tahrim) : 6,  “…penjaganya (adalah) malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkannya”. Dan
 QS.96 (Al Alaq) ayat 18 : “kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah (untuk menyiksa mereka karena kekufuran mereka ketika di dunia)”.
Kedalaman dan Luasnya Neraka
Kedalaman dari neraka ini dapat dijelaskan dengan sebuah hadits dan ilustrasi hitungan relatif manusia dengan keterangan hadits dari Rasulullah SAW, yaitu : Abu Hurairah ra berkata : ”Tatkala kami bersama Rasulullah saw kami mendengar sesuatu yang jatuh. Beliau bersabda : ”Tahukah engkau apakah itu?” Kami berkata : ”Allah dan RasulNya lebih tahu”. Beliau bersabda, ”Itu adalah sebuah batu yang dilempar ke neraka 70 tahun yang lalu dan baru sampai di dasar neraka saat ini” (HR.Muslim). 
Dari keterangan tersebut maka dapat kita ilustrasikan melalui hitungan relatif kita dengan hitungan sebagai berikut :
Kedalaman Neraka berdasarkan hadits :
= 70 x 365 x 50.000*) x 24 x 60 x 60 x 300.000**) 
= 33.112.800.000.000.000.000 km
= 3,31128 E+19 km
Bandingkan 1,1 E+23 km (lebar alam semesta)
Ket :   *)1 hari akhirat = 50,000 tahun dunia (QS.70:4).
**)
dengan kec. relatif cahaya 3 E+5 km.det-1.
Dari hitungan relatif manusia tadi sulit dibayangkan berapa luas neraka tersebut, mustahil bentuknya memanjang seperti sumur. Tetapi untuk membayangkan keadaan luasnya neraka ada beberapa keterangan dari Rasulullah SAW berkenaan dengan besarnya tungkunya neraka, yaitu : Dari Ibnu Mas’ud ra berkata, Nabi saw bersabda : “Pada hari kiamat nanti tungku neraka akan ditarik dengan tujuh puluh ribu tali, masing-masing tali dipegang oleh tujuh puluh ribu malaikat” (HR.Muslim). Gambaran besarnya malaikat ketika Rasulullah SAW melihat wajah Jibril as dalam wujud aslinya adalah memenuhi ufuk sejauh mata memandang.
Rakusnya Neraka
Bagaimana keadaan rakusnya neraka terhadap penghuni neraka adalah ia tidak pernah puas akan seberapa banyak penghuni neraka yang dilempar ke dalamnya, dan selalu minta lagi. Hal ini digambarkan dari ayat Allah dan sebuah hadits Rasulullah SAW, yaitu : 
QS. 50 (Qaaf) : 30 yang artinya : “(dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada Jahannam :”Apakah kamu sudah penuh?”. Dia menjawab :”Masih adakah tambahan?”.  

Dan dari Abu Hurairah ra bahwa Anas ra menerangkan bahwa Nabi saw bersabda : “Orang-orang akan terus dilempar ke dalam neraka, dan ia akan bertanya:”Adakah yang lain lagi?” sampai Tuhan Yang Maha Agung meletakkan kaki-Nya di dalam neraka, dan bagian-bagiannya akan saling mendekati satu sama lainnya sehingga ia berkata : ”Cukup, cukup, demi akan kemuliaanMu” (HR.Bukhari-Muslim).  
Juga berarti neraka tersebut memiliki sifat meluas seberapapun banyak penghuni neraka yang dilemparkan ke dalamnya.
Bahan bakar api Neraka
QS. 66 (at Tahrim) : 6, yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”.
QS. 2 (al Baqarah) : 24, yang artinya : “Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir”.
QS. 21 (al Anbiya’) : 98-99, yang artinya : “Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya…”.
Suasana dan Keadaan di dalam Neraka
Ketika dijelaskan bahwa tungku neraka luar biasa besarnya, kukuhnya pintu yang tertutup, tidak tembusnya cahaya dari luar (karena dijelaskan juga bahwa proses Allah menyiapkan api neraka adalah hingga berwarna gelap), dan penuhnya penghuni yang ada di dalamnya, dapat dibayangkan, luar biasa menyiksannya. Ketika kita di dunia saja berada di dalam ruangan yang tertutup kemudian asap pembakaran sampah yang masuk, kita sudah tersiksa, apalagi di neraka. 

Gambaran ini juga dapat kita lihat dari keterangan Allah jelaskan melalui ayatNya, yaitu 

QS. Al Waqiah ayat 41-44, udaranya sangat panas membakar (as Summum), airnya sangat panas mengelegak (al Hamim), dan naungannya sangat menyesakan, penuh asap belerang (al Yahmuum). Ditambah lagi dengan keadaan dan sifat neraka itu sendiri yaitu tidak pernah padam (kekal selamanya) 

(QS.17:97), tidak berkurang panasnya melainkan bertambah 
(QS.78:30), dan tidak diringankan dan bertambah putus asa bagi penghuninya 
(QS.43:75) karena kebengisan dari para malaikat penyiksa ahli neraka yang tidak memiliki belas kasihan.
Makanan, minuman dan cara makan dan minum ahli neraka
Di neraka, para penghuni neraka diberikan fasilitas makan dan minum yang sangat-sangat-sangat bertolak belakang dengan apa yang didapat para ahli syurga. Mereka diberi makanan dan minuman bukan untuk mengurangi rasa siksaan yang mereka terima melainkan menambah beban dan rasa perihnya siksaan serta keputus asaan para penghuni neraka. Dari keterangan yang ada berikut contoh makanan, minuman dan cara mereka meminum dan memakan hidangan neraka.

Makanan ahli neraka :
Al Dhari’, QS. 88 (Al Ghasyiyah) : 6-7, yaitu berupa pohon berduri dengan sifat tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar, bahkan sifatnya merosak semua saluran pencernaan mulai dari mulut hingga lubang pengeluaran mereka.

Al Zaqqum,  QS.44(ad Dukhan) : 43-46, 56(al Waqiah) : 51-56, yaitu berasal kotoran minyak yang mendidih dan bau dengan sifat menjijikan (seperti kepala setan), bau busuk, selalu menyumbat kerongkongan.


Hadits :”Bila setitik dari Zaqqum jatuh ke bumi, maka seluruh penduduk bumi dan alat pencernaannya akan hancur. Jadi bagaimana halnya dengan orang-orang yang harus memakannya” (HR.Tirmidzi).
Daging busuk dan bangkai, bagi para pezina. (Hadits).
Minuman ahli neraka :
Al Hamim, yaitu air yang mendidih yang memuncak panasnya dan selalu bertambah panasnya. (QS.55:44,47:15,88:5).

Al Ghassaq, yaitu air yang sangat dingin yang membeku dinginnya dan selalu bertambah dinginnya. (QS.38:57).
Sifat keduanya memotong dan menghancurkan alat pencernaan
Al Ghislin, yaitu air nanah dan darah yang mendidih yang berasal dari kemaluan para wanita pezina dan selalu bertambah sifat jijiknya.(QS.69:35-37).
Shaddid, yaitu air nanah dari kulit orang kafir dan selalu bertambah sifat jijiknya. (QS.14:16-17)
Khabal, yaitu keringat para penghuni neraka berupa cairan bercampur darah dan nanah mereka serta selalu bertambah sifat jijik, bau dan panasnya. (HR.Muslim).
Al Muhl, yaitu minyak yang mendidih. (HR.Ahmad dan Tirmidzi).
Api Neraka dan Arang Neraka, yaitu hasil residu dari bahan neraka yang berasal dari batu, manusia, jin, syaitan, sesembahan para kaum musyrikin. ( QS.4:10,2:174).
Cara minum dan makannya para ahli neraka :
Benar-benar memakan secara paksa (QS.37:66-68)
Benar-benar meminum seperti unta yang sedang minum dan sedang kehausan (QS.56:55-56)
Dipaksakan untuk meminum, dalam hadits dijelaskan dipaksa oleh para malaikat dengan cara disiramkan langsung ke mulut para ahli neraka sambil dibentak dan diejek akibat kebangkangan mereka ketika hidup di dunia.
Pakaian para penghuni neraka
Api (QS.22:19) dengan siraman air yang mendidih di kepalanya.
Pelangkin/Ter/Aspal yang sedang mendidih. (QS.14:49-50).
Topi dari tembaga yang mencair bagi yang tidak sujud kepada Allah dan orang-orang yang sombong. (QS.14:49-50, Hadits HR.Muslim).
Sandal dari api neraka, seperti siksaan untuk Abi Thalib, bapa saudara Nabi SAW. (HR.Muslim).
Alas (tikar)nya dari api neraka (QS.7:41)
Keadaan para penghuni neraka
Kondisi para penghuni neraka dibagi dua, yaitu yang kekal di dalamnya selamanya dan yang diberi ampunan setelah mendapat siksaan bagi orang muslim yang fasik tetapi masih ada keimanan di dalam hati mereka (bukan dosa syirik). Bentuk siksaan mereka kadarnya sama hanya berbeda waktunya, yang hanya Allah Maha Tahu dan Maha Menentukan Waktunya. Keadaan para penghuni neraka digambarkan dalam kondisi tidak mati dan tidak hidup (Laa yamutu fiha walaa yahya, QS.Al A’la (87) ayat 12 – 13), artinya berada seperti orang yang menghadapi saat sakaratul maut secara berulang-ulang, dan dalam bentuk tubuh yang tidak KUAT seperti keaddaan normal.
Bentuk siksaan para penghuni neraka
Bentuk siksaan yang ditimpakan kepada para penghuni neraka adalah keadaannya neraka yang menambah pedihnya siksaan, siksaan fizikal dengan berbagai siksaan dan menggunakan alat siksaan yang dilakukan oleh para malaikat zabaniyah, siksaan berupa makanan dan minuman yang dihidangkan secara paksa, ejekan para malaikat penjaga dan penyiksa di neraka, serta ejekan dari para penghuni syurga sambil pamer kenikmatan yang telah dianugerahkan kepada mereka (QS. Al Muthaffifin ayat 34-36).


KESIMPULAN : Tindakan yang Patut dan Wajib kita lakukan


Ketahuilah semua wahai sahabtku, sesungguhnya Allah Jalla alaih  maha pengampun dan pintu taubat terbuka luas seperti mana apabila kita mendongak ke langit, kita melihat langit terbuka seluas2 utk kita, maka begitu jugalah pengampunan Allah, terbuka 24 jam dan tidak pernah tettutup sehinggalah matahari naik disebelah barat, maka tertutuplah pintu taubat buat kita semua... jangan lengahkan taubat kerana bimbang akibat dosa yg terhimpun banyak menyebabkan   hati kita ditutup oleh Allah SWT.


Firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 6-7: (maksudnya) Sesungguhnya orang-orang yang ingkar itu, sama sahaja kepada mereka: Sama ada engkau beri amaran kepadanya atau engkau tidak beri amaran, mereka tidak akan beriman. (Dengan sebab keingkaran mereka), Allah mematerikan atas hati mereka, pendengaran mereka, dan pada penglihatan mereka ada penutupnya; dan bagi mereka pula disediakan azab seksa yang amat besar.



Ayuh sahabat semua, jangan putus asa dari Rahmat Allah SWT, betapa maha kasihnya Allah Jalla wa ala kepada kita semua sebagaimana yg disebut dlm hadis :
"Sehingga dalam hadis Nabi bersabda: Seorang telah melakukan satu dosa, lalu dia berkata: Wahai Tuhanku ampunilah dosaku. Lalu Allah azza wa jalla berfirman: Hamba-Ku melakukan dosa dan dia mengetahui bahawa baginya Tuhan yang boleh mengampun dan menghukumnya � dalam riwayat yang lain ditambah: Aku ampunkan dosanya. Kemudian dia kembali melakukan dosa yang lain, dia berkata: Wahai Tuhanku aku telah melakukan dosa ampunilah dosaku. Lalu Allah berfirman: Hamba-Ku melakukan dan dia mengetahui bahawa baginya Tuhan yang boleh mengampun dan menghukumnya-dalam riwayat yang lain ditambah: Aku ampunkan dosanya. Lalu dia melakukan dosa sekali lagi, dia berkata: Wahai Tuhanku aku telah melakukan dosa ampunilah dosaku. Lalu Allah berfirman: Hamba-Ku melakukan dan dia mengetahui bahawa baginya tuhan yang boleh mengampun dan menghukumnya, maka aku ampunkan hamba-Ku in, buatlah apa yang kau mahu Aku ampunkan engkau. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)."

sekian sahaja, untuk kali ini... semoga bermanfaat...

Khamis, 8 November 2012

Syurga & Neraka dan Husnu zhon



إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا ثُمَّ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةًمِثْلَ ذَلِكَ.
ثُمَّ يَبْعَثُ اللَّهُ مَلَكًا فَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعٍ بِرِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ فَوَاللَّهِ إِنَّأَحَدَكُمْ أَوْ الرَّجُلَ يَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا غَيْرُ بَاعٍأَوْ ذِرَاعٍ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا وَإِنَّ الرَّجُلَلَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا غَيْرُ ذِرَاعٍ أَوْ ذِرَاعَيْنِفَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا.
Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dihimpun dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal darah dalam tempoh itu, kemudian menjadi segumpal daging dalam tempoh itu.
Kemudian Allah mengutus malaikat dan diperintahkan dengan empat perkara: rezekinya, ajalnya, sengsara ataukah bahagia. Demi Allah, sesungguhnya salah seorang di antara kalian atau seseorang itu mengamalkan amalan-amalan penghuni NERAKA sehingga tak ada jarak antara dia dan neraka selain sehasta atau sejengkal tetapi (taqdir yang sedia tertulis dalam) kitab mendahuluinya sehingga dia mengamalkan amalan penghuni syurga lalu memasukinya. Dan sesungguhnya ada seseorang yang mengamalkan amalan-amalan penghuni syurga sehingga tak ada jarak antara dia dan SYURGA selain sehasta atau dua hasta, lantas (taqdir yang sedia tertulis dalam) kitab mendahuluinya sehingga dia melakukan amalan-amalan penghuni neraka lalu memasukinya. 




(Dikeluarkan oleh al-Bukhari dalam Shahihnya, hadis no: 6105 (Kitab al-Qadar, Bab berkenaan taqdir).

Secara zahir hadis di atas seolah-olah zalim, namun maksud sebenar hadis dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah hadis yang lain:

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ الْجَنَّةِ فِيمَا يَبْدُو لِلنَّاسِ وَهُوَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ وَإِنَّالرَّجُلَ لَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ فِيمَا يَبْدُو لِلنَّاسِ وَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ.
Sesungguhnya ada seseorang yang mengamalkan amalan ahli syurga berdasarkan apa yang nampak pada manusia akan tetapi dia adalah dari golongan ahli neraka. Dan ada seseorang yang mengamalkan amalan ahli neraka berdasarkan apa yang nampak oleh manusia akan tetapi dia adalah dari golongan ahli syurga.




(Dikeluarkan oleh al-Bukhari dalam Shahihnya, hadis no: 2683 (Kitab al-Jihad wa al-Siyar, Bab jangan berkata “si fulan syahid”)
Berdasarkan hadis kedua ini, dapatlah difahami bahawa apabila hadis pertama menyebut:sesungguhnya salah seorang di antara kalian atau seseorang itu mengamalkan amalan-amalan penghuni neraka…”, ia hanyalah pada pandangan dan ukuran manusia. Padahal mungkin orang itu tidak tahu, terpaksa atau lupa. Lalu Allah hendak menunjukkan hakikat sebenar maka ditaqdirkan: “…dia mengamalkan amalan penghuni syurga lalu memasukinya.”
Demikian juga, apabila hadis pertama menyebut: “…Dan sesungguhnya ada seseorang yang mengamalkan amalan-amalan penghuni syurga…”, ia hanyalah pada pandangan dan ukuran manusia. Padahal mungkin orang itu tidak ikhlas atau amalannya tidak menepati sunnah. Lalu Allah hendak menunjukkan hakikat sebenar maka ditaqdirkan: “…dia melakukan amalan-amalan penghuni neraka lalu memasukinya.”
Berikut dikemukakan satu contoh agar hadis di atas dapat lebih difahami dan diterapkan dalam kehidupan harian kita.
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِوَسَلَّمَ الْتَقَى هُوَ وَالْمُشْرِكُونَ فَاقْتَتَلُوافَلَمَّا مَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِوَسَلَّمَ إِلَى عَسْكَرِهِ وَمَالَ الآخَرُونَ إِلَى عَسْكَرِهِمْ وَفِي أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ لاَ يَدَعُ لَهُمْ شَاذَّةً وَلاَ فَاذَّةً إِلاَّ اتَّبَعَهَا يَضْرِبُهَابِسَيْفِهِفَقَالَمَا أَجْزَأَ مِنَّا الْيَوْمَ أَحَدٌ كَمَا أَجْزَأَ فُلاَنٌ.
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَأَمَا إِنَّهُ مِنْ أَهْلِ النَّارِفَقَالَ رَجُلٌ مِنْالْقَوْمِأَنَا صَاحِبُهُ.
قَالَفَخَرَجَ مَعَهُ كُلَّمَا وَقَفَ وَقَفَ مَعَهُ وَإِذَا أَسْرَعَ أَسْرَعَ مَعَهُقَالَفَجُرِحَالرَّجُلُ جُرْحًا شَدِيدًا فَاسْتَعْجَلَ الْمَوْتَ فَوَضَعَ نَصْلَ سَيْفِهِ بِالأَرْضِ وَذُبَابَهُبَيْنَ ثَدْيَيْهِ ثُمَّ تَحَامَلَ عَلَى سَيْفِهِ فَقَتَلَ نَفْسَهُ.
فَخَرَجَ الرَّجُلُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَأَشْهَدُ أَنَّكَ رَسُولُاللَّهِقَالَوَمَا ذَاكَ؟ قَالَالرَّجُلُ الَّذِي ذَكَرْتَ آنِفًا أَنَّهُ مِنْ أَهْلِ النَّارِفَأَعْظَمَالنَّاسُ ذَلِكَفَقُلْتُأَنَا لَكُمْ بِهِ فَخَرَجْتُ فِي طَلَبِهِ ثُمَّ جُرِحَ جُرْحًا شَدِيدًافَاسْتَعْجَلَ الْمَوْتَ فَوَضَعَ نَصْلَ سَيْفِهِ فِي الأَرْضِ وَذُبَابَهُ بَيْنَ ثَدْيَيْهِ ثُمَّ تَحَامَلَعَلَيْهِ فَقَتَلَ نَفْسَهُ.
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ ذَلِكَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِالْجَنَّةِ فِيمَا يَبْدُو لِلنَّاسِ وَهُوَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِفِيمَا يَبْدُو لِلنَّاسِ وَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ.

Daripada Sahal bin Sa'ad As-Sa'idi radhiallahu 'anh, bahawa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertembung dengan kaum musyrikin lalu saling berperang. Ketika Rasulullahshallallahu 'alaihi wasallam bergabung dengan bala tentera baginda dan musuhnya pun bergabung kepada bala tentera mereka (masing-masing berehat sebentar), terdapat seorang lelaki dari kalangan sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang tidak membiarkan musuh berlalu begitu saja melainkan dia mengejar dan menyerang musuh dengan pedangnya. Sahabat Rasulullah yang lain berkata: “Pada hari ini tidak ada seorang pun di antara kita yang mendapat ganjaran pahala sebagaimana yang didapati oleh fulan (yang berani) ini.”
Namun Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ketahuilah sungguh dia termasuk dari golongan ahli neraka". Lalu ada seorang lelaki di tengah-tengah orang ramai berkata: “Aku akan ikut menemaninya (dan perhatikan segala tindakannya).”
(Sahal menerangkan): “Maka lelaki itu pergi bersamanya sehingga apabila dia (sahabat yang berani itu) berhenti lelaki itu pun berhenti bersamanya dan apabila dia maju menyerang lelaki itu pun ikut menyerang bersamanya. (Setelah beberapa ketika) dia terluka sangat parah sehingga menghampiri maut. Maka dia meletakkan pedangnya di tanah dan ujung pedangnya yang tajam diletakkan di antara dadanya lalu dia membunuh dirinya sendiri.”
Maka lelaki yang ikut menemaninya itu pergi menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata: “Aku bersaksi bahawa anda benar-benar utusan Allah.” Rasulullah bertanya: “Kenapa kamu berkata begitu?” Dia menjawab: "Lelaki (berani) yang anda sebutkan tadi benar-benar dari kalangan ahli neraka.” Orang-orang (di sekitar) hairan mendengar ucapannya itu. Lelaki itu menambah: “Aku menjadi saksi bagi kalian. Aku telah keluar untuk memperhatikan tindakan (sahabat yang berani itu), kemudian aku mendapati dia dalam keadaan luka yang sangat parah sehingga menghampiri maut. Dia meletakkan pedangnya di tanah dan ujung pedangnya yang tajam diletakkan di antara dadanya lalu dia membunuh dirinya sendiri.”
Maka pada kesempatan itu juga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:Sesungguhnya ada seseorang yang mengamalkan amalan ahli syurga berdasarkan apa yang nampak pada manusia akan tetapi dia adalah dari golongan ahli neraka. Dan ada seseorang yang mengamalkan amalan ahli neraka berdasarkan apa yang nampak oleh manusia akan tetapi dia adalah dari golongan ahli syurga.”

(Dikeluarkan oleh al-Bukhari dalam Shahihnya, hadis no: 2683 (Kitab al-Jihad wa al-Siyar, Bab jangan berkata “si fulan syahid”).

Dalam hadis di atas, salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan berani telah memerangi orang-orang musyrikin. Akan tetapi apabila sahabat yang berani itu cedera parah, dia telah membunuh dirinya sendiri padahal Islam melarang tegas tindakan sedemikian. Membunuh diri sendiri menyebabkan dia memasuki neraka.

Pada pandangan dan ukuran para sahabat yang lain, sahabat yang berani itu pasti memperoleh ganjaran syurga. Akan tetapi mereka tidak tahu niat di dalam hatinya, adakah ikhlas kerana Allah atau mencari pujian manusia. Lalu Allah menunjukkan hakikat sebenar bahawa dia tidak ikhlas, tidak sanggup melalui kesakitan, tidak sanggup menerima kekalahan, tidak sanggup menanggung malu sehingga membunuh dirinya sendiri.

Hadis di atas merupakan contoh seseorang yang mengamalkan amalan-amalan penghuni syurga sehingga tak ada jarak antara dia dan neraka selain sehasta atau dua hasta, lantas (taqdir yang sedia tertulis dalam) kitab mendahuluinya sehingga dia melakukan amalan-amalan penghuni neraka lalu memasukinya.



Membunuh diri sendiri merupakan satu kesalahan besar di dalam Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan:




وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ عَذَّبَهُ اللَّهُ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ.

Sesiapa membunuh dirinya dengan suatu (alat) maka Allah akan menyiksanya dengan alat tersebut di dalam neraka Jahannam.[4]


Hadis di atas juga memperingatkan kita untuk tidak menggelar seseorang sebagai Asy-Syahid”kerana kita tidak tahu hakikat sebenar di sebalik kematiannya. Imam al-Bukhari rahimahullah (256H) memberi judul hadis di tersebut sebagai: Jangan berkata “si fulan syahid”.
(Dikeluarkan oleh Muslim dalam Shahihnya, hadis no: 161 (Kitab al-Iman, Bab haramnya bunuh diri dan bahwa barangsiapa membunuh dirinya dengan sesuatu)
Sebelum mengakhiri jawapan terhadap soalan ini, ingin ditambah bahawa hadis-hadis yang dikemukakan di atas memiliki beberapa pengajaran penting:
  • Jangan beranggapan orang yang banyak melakukan amal shalih akan terus memasuki syurga. Kita tidak tahu hatinya dan tidak tahu sama ada semua amalannya itu bertepatan dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mungkin sahaja hatinya mengharap pujian manusia dan/atau amalannya merupakan satu bid’ah. Apa yang patut kita lakukan ialah berdoa agar orang itu mendapat ganjaran syurga
  • Jangan beranggapan orang yang banyak melakukan kerja mungkar akan terus memasuki neraka. Kita tidak tahu sama ada dia suka atau terpaksa, mengetahui atau jahil, ingat atau lupa. Apa yang patut kita lakukan ialah menegur dan menasihatinya.
  • Ahl al-Sunnah wa al-Jamaah tidak menentukan seseorang itu ahli syurga atau ahli neraka.